Showing posts with label puisi. Show all posts
Showing posts with label puisi. Show all posts

Saturday, 13 August 2016

Puisi Perjuangan Calon Sarjana "Empat Tahun Silam"

Berikut Puisi yang saya coba bagikan untuk kalian, ini aku ciptain bener-bener mendadak...

Saya ada acara bazar KBN dikampus, dimana diacara pembukaan disuruh perwakilan salah satu mahasiswa buat wakilin jurusannya..

teman teman aku iseng nunjuk aku, What?? Emang aku bisa??

belom bikin liriknya, belom pernah baca puisi didepan forum...

akhirnya Saya nekad dan hasilnya bisa dibaca nyobain tantangan baru :) :) :)




"EMPAT TAHUN SILAM"

Aku Berjuang...
Aku Berlari...
Seakan kaki tak mampu menapak lagi...
Lintas cahaya yang membuai sesaat
Seolah menghentikan langkah
Membelokan arah
Menguasai pedal yang telah lama terkayuh

Aku terdiam sejenak...
Akan menjadi apa kelak?
Seperti apa?
Bagaimana?
Aku terdiam kembali...
mengulang pertanyaan ini
akan menjadi apa kelak?
Seperti apa?
Bagaimana?
Rasa takut, Cemas, Ragu... 
Seolah beradu dalam diri

Duhai sang pencipta...
Pinta kami hanya ingin kecemerlangan diakhir cerita
bantu kami tuhan...
letih raga ini menunggu saat itu tiba
saat topi hitam bertali terkenakan
Senyum yang tak terlupakan
kami ingin itu tuhan

Duhai Doa...
Tiuplah harapan agar menjadi nyata
tulislah cerita khayalan untuk masa depan gemilang
Sekiranya tuhan sudi mendengarka
dan diiringi kabul yang menyejukan...






ternyata selepas aku membaca di forum itu, semua orang memujiku.. dan bertanya karya siapa itu??

dan suaraku kurang lemut katanya...

heheheeeee

tapi mampu buat merinding katanya....

Friday, 12 August 2016

Puisi, Syair, Kata Mutiara

Berikut beberapa judul yang bisa kalian liat:
happy reading :) :)
Klik judul yang kamu suka untuk membaca

1."Kata mutiara" Sukses itu butuh proses

 

2. PUISI "Dia Kacau"

 

3. PUISI "Muak dengan kepura-puraan"

 

4. PUISI "Tak Harus Sama"

 

5. PUISI "Merindukan Tanda Tanya Mu"

 

6. PUISI "Jika Dia Bukan Jodohku"

 

7. Puisi Cinta "I MISS YOU"

 

8. Puisi Perjuangan Calon Sarjana "Empat Tahun Silam"

 

 

 

 

 

 

 

Saturday, 14 February 2015

"Kata mutiara" Sukses itu butuh proses

Dahulu aku iri melihat senyum tawa mereka yang begitu lepas
Sementara aku hanya bisa senyum menerima semua yang ada
Aku iri kebebasan yang mereka ingkari
Sementara bebasku hanya dalam sangkar
Aku iri dengan hari mereka yang dipenuhi acara
Sementara hariku dipenuhi dengan tugas dan kertas
Aku iri dengan mereka yang selalu pulang telat
Sementara aku harus cepat pulang karena memang tak ada jadwal yang menungguku

Dan sekarang aku ingin mereka iri denganku
Aku yang selalu sibuk dengan mengejar mimpiku
Sementara mereka sibuk mewujudkan mimpi sang bintang kecilnya
Aku yang masih mengejar karir untuk masa depan
Sementara mereka harus sudah membangun keluarga
Aku yang sibuk dengan belajar
Srmentara mereka harus sudah bisa mengajar sang bintang kecil
Aku yang masih punya kebebasan
Sementara mereka penuh dengan larangan
Aku yang masih terbang kesana kemari
Sementara mereka sibuk kesana kemari

Aku paham sekarang..
Sukses bukanlah masalah mencapai target secepat mungkin
Tapi mencapai target sebagus mungkin
Karena sukses itu butuh proses

Sunday, 4 January 2015

PUISI "Dia Kacau"

Kau memang pandai membuat orang lain terbang tanpa sayap malakat putih
Tapi kau juga pandai mninggalkannya
Hingga dia bingung dengan langkah selanjutnya

Dia kacau, kau tahu?

Kau acuhkan setelah kau menerbangkannya tanpa ucapan Selamat tinggal
Harusnya dia mendengar kata "Kau harus pulang sendiri"
dan juga kata "Kau jaga diri baik-baik"

dengan begitu kau bisa terbang dengan sayapmu
Bukan begini,
Dia tak tau jalan pulang
harusnya kau tunjukan jalan pulang sebelum kau menghilang

Dia kacau saat melihatmu terbang dengan yang lain
Dia kacau melihat semua itu
Dia kacau
Dia Kacau

Wednesday, 31 December 2014

PUISI "Muak dengan kepura-puraan"

Jangan biarkan pengalaman buruk 2 tahun yang lalu terulang
Karena aku paham rasa pilu itu
Semua mata memojokan dengan senyum memelas palsu
Terharu palsu seolah bahagia mengejek
Muak dengan kepalsuan, kepura-puraan & kemunafikan

Mana? Mana?

Bukankah pernah kau iming-imingkan bahagia
Saat mereka berikan pujian juga
Kau ikut diam saat semua diam
Gertakan macam apa ini?
Hah?!

Ini bukan permainan sepak bola yang terus kau kejar saat semua mengejar
Namun tak mau kau ambil resiko untuk memegangnya
Dan pada akhirnya kau membuangnya karna bukan bola yang kau inginkan
Dan hanya memanfaatkan ketidaktahuannya
MUAK!!

Baca juga ya puisi-puisiku yang lain:

Saturday, 27 December 2014

PUISI "Tak Harus Sama"

annyeong.. kebiasaanku saat emosi meluap aku akan membuat kata demi kata barulah aku meraa plong, nih sedikit mau aku publish kata kata yang aku buat hasil dari ungkapan emosiku... 
selamat membaca :)


Apakah iya aku juga akan mendapatkan kenyamanan yang mereka doakan
Kemungkinan itu bukankah kecil
Dan siapa peduli aku siapa dan bisa apa?
Semua telah mencoret itu
Semua mata kecewa mulai nampak
Semua penuh ketidakpedulian yang mereka sembunyikan di balik senyuman tajam dan menusuk
Sakit, tak semua bisa melihat apalagi merasakan
Karna mereka begitu pandai menyelipkan jarum di kalimatnya

Hanya yang menjadi beruntung yang akan meresakan nyaman sebenarnya
Dan aku berusaha meyakinkan diri bahwa proses yang lebih lama pasti nyaman itu lebih besar kelak
Karna sang pencipta masih memiliki beribu jalan
Dan tak harus sama dengan yang lainnya
Thanks for your visit, let's see another :)

Tuesday, 18 November 2014

PUISI "Merindukan Tanda Tanya Mu"

Mengapa?
Mengapa tak pernah kau kirimkan tanda tanya lagi
Mengapa hanya koma dan titik yang aku terima
Mengapa harus aku yang kirimkanmu tanda tanya dan tanda tanya lagi
Aku merindukan tanda tanya darimu
Aku merasa kau menjauh

Kenapa?
Apa kau benar-benar inginkanku menjauh
Menjauh darimu perlahan

Sadarkah kau
Kau buatku tersakiti dengan beribu rasa penasaran ini
Kenapa seolah kau mundur perlahan
Kau yang dulu inginkan mengenal diriku
Kemanakah kau yang dulu itu
Seolah hanya aku yang menghawatirkanmu sekarang

Makasih kau telah datang lalu menghindar
Makasih kau telah ada dihariku lalu pergi perlahan
Makasih kau telah penasaran denganku lalu mengacuhkanku

Yang jelas aku merindukan tanda tanya mu

For : my friend
By  : Nurul Ngaeni (Noe)

Saturday, 15 November 2014

PUISI "Jika Dia Bukan Jodohku"


JIKA IA BUKAN JODOHKU, YA ALLAH

Jika dia bukan jodohku, Ya Allah... pudarkanlah keindahan wajahnya dari pandanganku... aku tak ingin mencintai orang yang salah, sungguh... walaupun melupakannya sangat menyakitkan... aku berusaha untuk sanggup... gugurkanlah satu-persatu dengan perlahan semua kenangan yang senantiasa melekat erat dalam ingatanku... karena jika semuanya terhapus dalam waktu sekejap, aku takut itu akan menyiksa diriku sendiri...

Jika dia bukan jodohku, Ya Allah... bantulah aku untuk mencabut perasaan tak biasa ini dari hatiku... aku akan merasa bersalah dan mengutukuki diri jika dia yang kini bersemayam anggun di hatiku bukanlah qawwamku... aku sadar itu tidaklah mudah karena akarnya terlanjur membumi di hatiku... tapi, demi keridhoan-Mu, apa yang tidak akan aku lakukan ?

Jika dia bukan jodohku, Ya Allah... kumohon, jangan hadirkan sosoknya lagi dalam mimpi-mimpi malamku... karena itu hanya membuatku semakin berandai-andai dan lalai dari mengingat-Mu...

Jika dia bukan jodohku, Ya Allah... jauhkanlah, sejauh yang aku butuhkan untuk menjadikan namanya terdengar biasa saja di pendengaranku... karena sungguh, atas perasaan ini aku tak mampu tenang bila mendengar namanya...

Jika dia bukan jodohku, Ya Allah... jauhkanlah, sejauh yang aku butuhkan untuk menjadikan wajahnya terlihat biasa saja bagi netraku... karena sungguh atas perasaan ini hatiku tak bisa bergetar wajar bila memandang wajahnya...

Dan jika dia bukan jodohku, Ya Allah... dekatkanlah qawwamku padaku, agar aku tak menebak-nebak terlalu lama...


Saturday, 1 November 2014

Puisi Cinta "I MISS YOU"

SALAHKAH AKU MERINDUKAN MU? 

Aku kira kau berbeda ternyata kau sama, kau berusaha menghilang perlahan sama seperti mereka. Meskipun begitu aku senang mengenalmu, kau pembawa perubahan dalam hidupku. Dan aku harap tuhan punya rencana yang lebih indah dari mimpiku kemarin. Asal kau tau setelah aku mengenalmu aku bermimpi akan dirimu, aku berharap akan dirimu, aku merasa kaulah yuang terbaik, dan sampai ke titik aku merindukanmu saat ini. Tapi tolong ajari aku untuk menghapus semua itu teman, agar kau tak terbebani dengan perasaan bersalah. 

Menjauh menjauh dan menjauh darimu itulah hal yang ingin aku lakukan sekarang ini, karena ku tahu  kau takan mencariku teman, kau menginginkan yang lebih dariku bukan?  Bahkan kau sekarang telah berani berkoar bahwa kau merindukan seseorang dan itu bukanlah diriku. Dia mungkin lebih masuk dalam keinginanmu ataupun ibumu. Yang bukan hanya sayang padamu tapi juga sayang dengan IBU mu. Perkenalan kita memang terlalu singkat salah aku memimpikanmu terlalu jauh, dan sekarang aku akan menanggung resiko semua itu. 

Teman apa saat itu kau punya rasa ingin memilikiku atau hanya sebatas inginmengenalku saja? Dan kau menjauh karna aku salah menangkap sinyal yang kau berikan. Tapi aku harap kau akan bahagia dengannya.
Teruslah bersikap bahwa kau hanya tahu siapa aku, bukan mengenal siapa aku, supaya kita bisa hidup tanpa saling hindar menghindar. Cukup saling balas senyum tak usah kau hampiriku lagi dan bergombal ala penyair yang memujaku. Karna itu sangat menyakitkan dimana kau menyanjungku tapi akhirnya kau melupakanku kelak.
Kau pernah berkata bahwa kau sedang belajar menjadi bijak, iya aku paham sekarang. Kau ingin menjauh dariku dengan bijak bukan? dan tanpa menggoreskan luka pada hati ini. Karna mungkin Ibumu tak menginginkanku karna suku kita berbeda, adat kita berbeda, asal kita berbeda dan para sesepuhmu tak mengijinkan itu bersatu, karena menurut mereka semua itu akan mendatangkan malapetaka. Itulah yang aku baca dari perubahan sikapmu minggu-minggu ini terhadapku. 

Terimakasih teman, walau kau hanya Menumpang lewat sesaat setidaknya kau meninggalkan jejak-jejak virus kebaikan, yang mungkin bisa merubah sikapku kearah yang lebih baik, merubah pemikiranku ke arah dewasa. Tak salahkan bila aku merindukanmu teman, tenang rasa ini takan aku koar-koarkan sepertimu, cukup aku yang merasakan dan mengetahinya. 

To : My friend
Prepared by : Noe (Nurul Ngaeni)
Saturday, 1 Nov 14